Faux pas

Posted by: ethie in Pribadi, sahabat 4 Comments »

Heks! Dua hari yang lalu, seorang sahabat [sepertinya] melayangkan Faux Pas pada saya. Entahlah dia sengaja atau tidak, tapi yang pasti sempat bikin hati saya DEGH! Oh mom… Bagaimana bisa dia bicara seperti itu pada saya??? *tsaah! bahasanya sinetron bangett*

Tapi saya buru-buru menepis, semoga dia benar-benar tidak sengaja bicara seperti itu, dia refleks ngomong begitu, atau dia lagi banyak pikiran jadi asal ngomong. Huufff… Walaupun yaaa, ada juga sedikit rasa ’sakit’.

Saya jadi terpikir, jangan-jangan saya juga pernah begitu atau malah sering melakukan Faux Pas sama teman, orang-orang yang baru saya kenal, atau dengan keluarga tapi saya sendiri nggak nyadar? wew!

Jangan-jangan, saking bebalnya saya baru nyadar setelah semuanya berlalu? Atau nyadar sih, tapi setelah orang yang saya ajak bicara bilang, ‘MAKSUD LOOOO?’ atau mimik orang yang saya ajak bicara tiba-tiba berubah, air mukanya jadi sedih.. Duh, gimana ya? Teman-teman juga pernah mengalaminya kan? iya kan? iya kan? (nyari teman!)

Sebab, yang beginian sering nggak sadar melontarkannya. Apalagi dengan orang-orang terdekat kita atau yang merasa dekat dengan kita. Maksud kita mungkin sekedar becanda, tapi belum tentu mereka juga beranggapan sama toh..? Maksud kita begini, tapi mereka menerimanya begitu.. Yang begini kan kita nggak bisa mengendalikannya. So, mesti hati-hati kalo ngomong, kalo SMS, kalo chating, kalo plurking..

Salah bicara yang bikin suasana jadi nggak enak ini biasanya disebut Faux Pas. Modusnya, bisa jadi memang nggak sengaja ngomong seperti itu, atau bisa jadi juga memang maksudnya seperti itu.. huff..

Biar nggak ber-negative thinking, biasanya saya berusaha berpikir sebaliknya. Berpikir, mungkin maksud dia nggak seperti itu, mungkin dia lidahnya lagi kepleset.  Bukannya, manusia tempat salah dan lupa? Intinya, berusaha untuk positive thinking..

Dan yang terakhir, mengasah sensitivitas kita. Jadi, kalau mau ngomong dipikir dulu. Kira-kira kalau saya ngomong begini, dia sakit hati nggak ya? Atau dengan mengembalikannya ke diri sendiri, kira-kira kalau saya yang mendapat omongan begini, sakit hati nggak ya? Kalau kita juga bakal merasa sakit hati, sebaiknya nggak usah dilontarkan. Pesan ibu saya, jangan mencubit kalau nggak mau dicubit.

Kalau kita yang jadi korban faux pas, effortnya kan lebih ringan karena tinggal kita mentralisir  suasana hati. Tapi kalau kita yang jadi pelaku faux pas? hmm…  Gawat! Kecuali kalau kita bisa jelasin duduk persoalan dan maksudnya. Itupun kalau kita nyadar, kalau pas lagi bebal???

*sigh* Terakhir nih, beberapa minggu lalu seseorang melontarkan kalimat yang bikin saya ‘bercula’ plus sedih tiada tara. Tapi mudah-mudahan itu cuma faux pas dan dia nggak bermaksud menyinggung perasaan saya atau bikin saya sedih. Yeah, I hope.

Sahabat (2) – Agus Rivolta

Posted by: ethie in sahabat 11 Comments »

Tadi pagi, tiba-tiba saya teringat seorang sahabat di Pulau Sumatra sana. Kangen dan sedih tiap kali mengingatnya. Kami benar-benar lost contact. Saya cuma ingat, terakhir bertemu ketika saya selesai wisuda dan harus mengurus legalisir ijazah. Dan dia? Dia masih sibuk mengurus skripsinya..*Maaf sob, gw duluan. Nunggu lo lamaaaa*

Namanya Agus Rivolta. Nama yang bagus yang sering saya plesetkan jadi Agus Ripoltak. Dia satu-satunya sahabat cowok paling dekat yang pernah saya punya selama kuliah. Pertama kenal, ketika saya dapat tugas dari Teknokra, salah satu pers mahasiswa di Universitas Lampung. Saya ditugasi mengumpulkan bukti pembayaran SPP dari semua jurusan di FKIP untuk keperluan litbang saat itu. Dan satu di antara mahasiswa yang saya jadikan sampel adalah Gusdur Ripoltak.

Sejak itu, saya dekat dengan dia. Mulai dari bertukar buku, ke perpustakaan, SCSC, rektorat, kantin, dan pulang bareng. Saking dekatnya, banyak yang mengira kami pacaran, tapi tidak sedikit yang menyangka kami kakak beradik atau sudah bersahabat sejak SMA.

Yeah, dugaan kami kakak beradik, karena kulit kami sama-sama putih (saat itu), matanya juga hampir sama, dan cara jalan yang katanya mirip!  Untuk yang terakhir saya nggak terima. Tapi banyak yang bilang begitu. Mereka bilang, cara jalan saya dan Agus ketika menuruni tangga itu sama. Oh, noooo!! *mosok cara jalan cewek dan cowok sama*

Perkiraan saya dan Agus pacaran, ini yang bikin risih. Saya sering protes karena pamor saya sebagai cewek single jatuh lantaran dikira pacaran sama Agus. Weks, ogaaah!

ethie: Poltak, banyak cewek yang nanyain gw pacaran sama lo tuh. Ih, gw sih ogah!

Agus: Bilang aja iya. Hahahahaha..

ethie: Ogah ya pacaran sama cowok playboy cap kodok nungging kayak lo. weks! Lo udah nurunin pamor gw niih. Klarifikasi gih!

Agus: Gw juga ogah pacaran sama cewek tomboy kayak lo. Gak gw bangeeeeeeetttt… weks!

ethie: eh, tomboy sama playboy cocok tauk..  (Dan kami sama-sama tertawa)

Agus juga sosok yang tenar di kalangan cewek. Saya sampai kelabakan meladeni pertanyaan cewek-cewek genit itu.  Agus tenar karena dia memang cakep. Mirip sekali dengan Vic Zhou, aktor yang tenar di film Meteor Garden. (Pengen diaplod, tapi sayang, fotonya tertinggal di rumah…) Kedua, dia juga jago maen basket. Selebihnya, entahlah.. Yang pasti, di mata saya, dia sangat sangat baik.

Yang selalu saya ingat dari dia adalah setiap Januari, dia pasti ngasih saya dua buah coklat Toblerone, satu putih, satu coklat. Dua-duanya saya habiskan sendiri. Tapi giliran bulan Agustus, ketika dia berulang tahun, coklat yang saya kasih selalu dimakan berdua.

Hal paling memalukan adalah ketika dia tertawa terpingkal-pingkal melihat saya pakai rok ke kampus. Itu pertama kalinya saya pakai rok di kampus. Dan ternyata sukses bikin dia tertawa! Tapi lama kelamaan dia terbiasa melihat saya pakai rok.

Ada banyak kenangan indah dan lucu ketika bersamanya. Bawah pohon mahoni depan kampus FKIP Unila adalah tempat favorit kami. Di situ tempat kami berkeluh kesah, berbagi cerita, bercanda. Ah, kira-kira pohon mahoni itu masih ada nggak ya.. Dia pohon penyaksi persahabatan saya dan Agus.

Semoga suatu saat nanti kami bisa bertemu lagi. Saya tidak tahu, apakah dia masih di Lampung Utara atau sudah pulang ke Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan. Teman-teman Agus yang pernah saya kenal, sudah ganti nomor HP. Bener-bener lost contact..

Sob, lu dimana siihhhh??? Gw kangen tauuuk, kangen sama coklat Januarimu. Kangen sama panggilan sayang lu ke gw, kangen duduk di bawah pohon mahoni, kangen liat Gunung Rajabasa dari lantai lima rektorat.. kangeen semuanyaa…

Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku
Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi
Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah… lelah dan tak bersinar
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
Bila ku ingin terbang… terbang meninggalkanmu
Ku s’lalu membanggakanmu, kaupun s’lalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama, kita duakan segalanya
Merdeka kita, kita merdeka
Tak pernah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan
Akhir perjalanan ini

by: sheila on 7