<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>cerita-kita.com &#187; sahabat</title>
	<atom:link href="http://cerita-kita.com/category/sahabat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cerita-kita.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Aug 2010 06:47:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Kebisuanmu</title>
		<link>http://cerita-kita.com/sahabat/kebisuanmu/</link>
		<comments>http://cerita-kita.com/sahabat/kebisuanmu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 12:30:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ethie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Very personal taste]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita-kita.com/?p=663</guid>
		<description><![CDATA[Dulu.. Kamu yang menggebu. Mencari tahu. Tapi kini, kamu menjauhiku dan berlalu. Sempat ku tanyakan kabar, hanya senyap yang ku dapat. Aku diamkan, kamu semakin hanyut dalam diam. Semua seolah terputus. Jaring komunikasi berteknologi tinggi pun seolah percuma. Bagaimana bisa berkomunikasi jika jemarimu seolah tak kuasa menyentuh keyboard? Bagaimana bisa berkomunikasi, jika handphone, satu-satunya benda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu..<br />
Kamu yang menggebu.<br />
Mencari tahu.<br />
Tapi kini, kamu menjauhiku dan berlalu. </p>
<p>Sempat ku tanyakan kabar, hanya senyap yang ku dapat.<br />
Aku diamkan, kamu semakin hanyut dalam diam. </p>
<p>Semua seolah terputus.<br />
Jaring komunikasi berteknologi tinggi pun seolah percuma.<br />
Bagaimana bisa berkomunikasi jika jemarimu seolah tak kuasa menyentuh keyboard?<br />
Bagaimana bisa berkomunikasi, jika handphone, satu-satunya benda yang selalu menempel di sakumu dibiarkan beku?<br />
Gelisahmu, kebisuanmu, kegamanganmu seolah sepakat memusuhiku.</p>
<p>Jangan paksa  aku untuk menebak-nebak apa maumu dengan berusaha memahami kebisuanmu.<br />
Jangan pula memaksaku untuk mengerti arti perubahan sikapmu.<br />
Aku tidak bisa melakukan itu.</p>
<p>Duhai kamu..<br />
Pintuku terbuka lebar untukmu.<br />
Tak peduli berapa pun banyaknya lukamu. </p>
<p>Percayalah…<br />
Setiap masalah akan menemui jalannya sendiri.. </p>
<p>**Ditulis untuk seorang sahabat dan kerabat*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita-kita.com/sahabat/kebisuanmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Plurk! (Peace, love, unity, respect, and karma)</title>
		<link>http://cerita-kita.com/sahabat/plurk-peace-love-unity-respect-and-karma/</link>
		<comments>http://cerita-kita.com/sahabat/plurk-peace-love-unity-respect-and-karma/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 05:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ethie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Very personal taste]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita-kita.com/?p=651</guid>
		<description><![CDATA[-Pagiiii&#8230; Semangaaatt! (funkydance) -Maaf, terpaksa injek2 si Mark.. -Jangan kau bohongi aku.. -Playlistnya dia cuma ada satu lagu atau gimana sih kok diputer2 mulu -Ini mahasiswa UNM kok doyan banget tawuran sesama kampus sih? Gak ada kerjaan lain apa? gak malu apa? -sanjungan yang memabukkan&#8230; Tulisan di atas adalah sedikit dari thread teman-teman di plurk. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>-Pagiiii&#8230; Semangaaatt! (funkydance)<br />
-Maaf, terpaksa injek2 si Mark.. <img src='http://cerita-kita.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
-<a href="http://www.brencia.com/">Jangan kau bohongi aku.. </a><br />
-Playlistnya dia cuma ada satu lagu atau gimana sih kok diputer2 mulu<br />
-Ini mahasiswa UNM kok doyan banget tawuran sesama kampus sih? Gak ada kerjaan lain apa? gak malu apa?<br />
-sanjungan yang memabukkan&#8230; <img src='http://cerita-kita.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /><br />
</em><br />
Tulisan di atas adalah sedikit dari thread teman-teman di plurk. Nggak penting. Serius! Thread di Plurk seringkali memang sangat tidak penting. Walaupun pada hal-hal tertentu ada juga yang menulis thread serius.<br />
Ada yang mengajak diskusi di Plurk, seperti yang dilakukan Mbak Med. <a href="http://restlessangel.wordpress.com/">I miss you, Mbak..</a> (cozy)<br />
Atau mengajak kita melihat fenomena sosial dari sudut pandang yang berbeda, out of the box. Ini yang sering dilakukan Pak Ikhlasul Amal. <img src='http://cerita-kita.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Ada juga yang memasang thread menye-menye, kebeles pipit sampai cemburu sama pasangan. Bahkan ada yang cuma memasang emoticon, kemudian diberondong dengan banyak komentar. </p>
<p>Tapi, terlepas dari ketidakseriusan thread, Plurk sudah memberi warna tersendiri bagi saya. Lewat Plurk, saya menemukan keluarga baru dari dunia maya, menemukan komunitas ibu-ibu PKK yang sebenarnya, menemukan sahabat baru,<a href="http://duniamatahari.wordpress.com/"> contohnya om matahari</a>, juga menemukan <a href="http://andy.web.id/">mbah ini</a> <a href="http://mbahsangkil.com/">dan ini</a>, juga <a href="http://www.xitalho.com/">eyang xitalho. </a></p>
<p>Lewat Plurk, saya bisa mengekspresikan kesedihan, frustasi, senang, bahkan sampai menggila! Mengekspresikan apa yang saya rasakan dalam kalimat yang pendek. Karena dibatasi sampai 160 karakter. <em>CMIIW</em>.<br />
Meski media sosial lain, seperti FB dan Twitter juga bisa jadi tempat berekspresi, tapi saya merasa jauh lebih nyaman dengan Plurk. (funkydance)</p>
<p>Seperti akronim dari Plurk sendiri, yakni <em>peace, love, unity, respect, and karma</em>, Plurk memang memenuhi lima kriteria tersebut.<br />
Walaupun bebas berekspresi, membuat Thread di Plurk juga tidak boleh bermuatan SARA. Kalau menulis kangen sama Sarah sih boleh saja. <img src='http://cerita-kita.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /><br />
Ketika memberi komentar atau respons pun, sebaiknya tidak asal. Apalagi kalau sampai alay. Bisa dikepruk atau bisa jadi diberondong oleh plurker yang lain.<br />
Kalau ingin dihargai oleh plurker yang lain, kita juga harus respek pada orang lain.<br />
Dan karma.<br />
Kriteria yang membedakan Plurk dengan media sosial lainnya adalah karma. Berapa karma sodara sekarang? Tergantung dari rajin atau tidaknya sodara ngeplurk setiap harinya. (haha)</p>
<p>Berbicara tentang &#8216;rajin ngeplurk&#8217; saya jadi merasa tersindir sendiri. Bagaimana pun, Plurk adalah media sosial. Bisa dijadikan tempat bermain, bisa jadi tempat diskusi. Tapi, saking asyiknya ngeplurk, seringkali waktu online saya terbuang untuk Plurk.<br />
Ya, untuk kasus ini sih tergantung orangnya. Kebetulan saja saya sudah <em>addicted</em> sekali dengan Plurk.<br />
Apakah sodara juga sudah kecanduan Plurk seperti saya? (evil_grin)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita-kita.com/sahabat/plurk-peace-love-unity-respect-and-karma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Libur Panjang dan Kopdar di Surabaya</title>
		<link>http://cerita-kita.com/sahabat/libur-panjang-dan-kopdar-di-surabaya/</link>
		<comments>http://cerita-kita.com/sahabat/libur-panjang-dan-kopdar-di-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 13:31:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ethie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Very personal taste]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita-kita.com/?p=491</guid>
		<description><![CDATA[Wow! Liburan yang sangat-sangat menyenangkan! Dari 23 Desember 2009 sampai 3 Januari 2010. Sepuluh hari??? Dan sepanjang hari itu benar-benar cuma diisi dengan berlibur. Murni berlibur! Hahayyy&#8230; Hidup liburrr! Rute liburannya, dari Jakarta ke Surabaya. Rute yang panjang! Untuk seseorang, saya haturkan terima kasih tak terbatas. Serius, ini liburan paling menyenangkan buatku. Ini dia resume [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-496" href="http://cerita-kita.com/sahabat/libur-panjang-dan-kopdar-di-surabaya/attachment/301220093068/"><img class="alignleft size-medium wp-image-496" title="301220093068" src="http://cerita-kita.com/wp-content/uploads/2010/01/301220093068-300x225.jpg" alt="301220093068" width="300" height="225" /></a>Wow! Liburan yang sangat-sangat menyenangkan! Dari 23 Desember 2009 sampai 3 Januari 2010. Sepuluh hari??? Dan sepanjang hari itu benar-benar cuma diisi dengan berlibur. Murni berlibur! Hahayyy&#8230; Hidup liburrr!</p>
<p>Rute liburannya, dari Jakarta ke Surabaya. Rute yang panjang! Untuk seseorang, saya haturkan terima kasih tak terbatas. Serius, ini liburan paling menyenangkan buatku.</p>
<p>Ini dia resume selama berlibur&#8230; *Btw, sepertinya ini nggak nyambung sama postingan sebelumnya deh*</p>
<p><strong>Lumpur Lapindo, Wedoro, dan Lontong Balap</strong><br />
Hari ke dua liburan di Sidoarjo, saya yang penasaran dengan semburan lumpur lapindo tiba-tiba diajak jalan-jalan ke kawasan tersebut. Bekas permukiman penduduk dari delapan desa yang sekarang jadi lautan lumpur ini, semula cuma bisa saya lihat di televisi dan surat kabar. Ketika akhirnya saya bisa melihat langsung dan merasakan bau lumpur yang menyengat, tenggorokan saya seperti tercekat. Miris. Prihatin. Kesal dan sedih menyaksikan rumah penduduk lenyap tertimbun lumpur. Sayangnya, saya tidak berkesempatan mendatangi tempat pengungsian korban lumpur lapindo.</p>
<p>Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan berkeliling di kampung yang khusus membuat sandal. Namanya Wedoro. Hampir di sepanjang jalan yang saya selusuri, setiap rumah menjajakan sandal beraneka model. Hohohoho&#8230;sekali lagi, sayangnya saya nggak beli! *pentung*</p>
<p>Lelah berkeliling (padahal karena nyasar), saya diajak ke warung sederhana yang menjual lontong balap. Yeah, rasanya memang mantap! Maknyuuusss! seperti kata Pak Bambang.<br />
Tapi, dari semua perjalanan itu, yang paling menyenangkan adalah ketika saya bertemu dengan saudara-saudara baru. Fufufu.. Semoga saya berkesempatan bertemu dengan mereka lagi. Amiiin.</p>
<p><strong>Masjid Cheng Ho, Zangrandi, dan Unair. </strong><br />
<a rel="attachment wp-att-494" href="http://cerita-kita.com/sahabat/libur-panjang-dan-kopdar-di-surabaya/attachment/img_4075/"><img class="alignleft size-medium wp-image-494" title="IMG_4075" src="http://cerita-kita.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG_4075-300x225.jpg" alt="IMG_4075" width="300" height="225" /></a>Next trip, saya kopdar dengan duo seleb blog, <a href="http://yellow-up-yourlife.blogspot.com">Mbak Elsa</a> dan <a href="http://antownholic.com/">Mas Antown</a>. Kali ini rutenya di seputar Surabaya. Kopdar ini juga sekaligus momentum bayar hutang, karena Mbak Elsa berjanji mau mentraktir saya  di Zangrandi. Tentang Zangrandi, <a href="http://yellow-up-yourlife.blogspot.com/2009/08/es-krim-zangrandi.html">monggo datang ke sini. </a>Lengkap! Dijamin ngilerrr!<br />
Nggak cuma itu, saya dan Mbak Elsa juga sudah berkomitmen (kyaaaa bahasaku!) untuk bikin posting tentang Masjid Cheng Ho di Surabaya dan klentengnya yang terletak di Kota Semarang. Awalnya, Mbak Elsa dapat tugas bikin posting tentang Masjid Cheng Ho karena tempat tinggal mbak imut ini di Jombang. Sedangkan saya bikin posting tentang klentengnya yang ada di Semarang.<br />
Voila! Ternyata, saya dan Mbak Elsa malah sama-sama bisa mendatangi Masjid Cheng Ho Surabaya. Great!</p>
<p>Sembari menunggu waktu Salat Dzuhur, kami bertiga menikmati masjid yang dibangun atas inisiatif etnis Tionghoa tersebut. Saya dan Mbak Elsa ngobrol sama Mas Gatot, penjaga Masjid Cheng Ho, dan Mas Antown seperti biasa&#8230;Mengabadikan pemandangan masjid ke dalam sketsa! *Tentang Masjid Cheng Ho akan saya buat dalam postingan tersendiri*</p>
<p>Sesuai janji, dari Masjid Cheng Ho, Mbak Elsa yang piawai menyetir mobil mengajak saya dan Mas Antown ke Zangrandi! Yeeeiyyy&#8230;akhirnya!<br />
Belum puas, kami lanjutkan jalan-jalan ke kampus B Unair. Seperti kopdar-kopdar biasanya, di sesi ini juga nggak lepas dari pengadabadian moment alias berfoto ria! Bahkan di depan kampus Fakultas Ilmu Budaya sekalipun. Hehehe&#8230; Boleh bilang narsis kok!</p>
<p>Tapi, di kampus ini kami harus berpisah. Setelah berfoto ria, berhahahihi, bersalaman, berpelukan, kemudian melambaikan tangan. I&#8217;ll miss you, sis! Semoga kapan-kapan bisa ketemu lagi yaaa&#8230;</p>
<p>&#8212;bersambung&#8211;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita-kita.com/sahabat/libur-panjang-dan-kopdar-di-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngeblog Itu Nggak Ada Ruginya!</title>
		<link>http://cerita-kita.com/sahabat/jangan-sampai-kehilangan-sahabat/</link>
		<comments>http://cerita-kita.com/sahabat/jangan-sampai-kehilangan-sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 14:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ethie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Award]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita-kita.com/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi informasi sudah berkembang begitu pesat, sampai hampir menggeser semua media tradisional. Lihat saja aktivitas berkirim surat (korespondensi) yang semakin terkikis habis. Tidak percaya? Coba sekali-kali datang ke kantor pos dan tanyakan berapa banyak masyarakat yang masih berkirim surat? Atau berapa kartu ucapan yang masih dikirim via pos? Di Pangkalan Bun misalnya, kepala kantor pos [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial','sans-serif';">Teknologi informasi sudah berkembang begitu pesat, sampai hampir menggeser semua media tradisional. Lihat saja aktivitas berkirim surat (korespondensi) yang semakin terkikis habis. Tidak percaya? Coba sekali-kali datang ke kantor pos dan tanyakan berapa banyak masyarakat yang masih berkirim surat? Atau berapa kartu ucapan yang masih dikirim via pos? </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial','sans-serif';">Di Pangkalan Bun misalnya, kepala kantor pos setempat mengaku lebih banyak mengirimkan surat resmi dari kantor dinas. Demikian juga dengan kartu ucapan hari-hari besar. Jumlah masyarakat yang menggunakan jasa pos terutama pengiriman surat, sudah berkurang hingga 90%. Selebihnya, hanya kantor-kantor dinas yang masih sering berkirim surat resmi. Jasa pos yang masih berjalan normal hanya pengiriman barang. </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial','sans-serif';">Saya tidak menyalahkan perkembangan teknologi informasi. Saya justru senang karena saya masuk dalam penikmatnya. Tapi, saya juga kehilangan. Saya merasa kehilangan kebiasaan membaca kertas surat dari sahabat saya, saya kangen dengan bentuk tulisan tangannya, dan saya juga kangen dengan wangi kertas warna-warni yang sering mereka gunakan.*Sentimentil sekali*</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial','sans-serif';">Sekarang, tulisan tangan sahabat saya sudah berganti dengan pesan singkat di HP, email, wall di FB, atau tulisan panjang di blog. Meski sama penulisnya, tapi saya merasa lebih menikmati ketika membaca tulisan tangan. Membacanya, menciumi aroma wangi kertas surat sambil berbaring dengan mata menerawang.. Penuh sensasi! Hahayyy! Jadul sekali saya ini! </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial','sans-serif';"><em>*Cukup ah lebainya*</em><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial','sans-serif';">Btw, kemarin, saya dapat award persahabatan dari <a href="http://ruangbaca-desri.web.id/posts/view/award_lagi_nih_indahnya_persahabatan_part_2">Bunda Desri</a>. Kami memang belum pernah bertemu langsung, belum pernah berkirim email atau chat di Ym. Apalagi berkirim surat aneka warna dan aroma. Tapi, kami saling mengunjungi di blog, saling suport, saling mengisi, saling berbagi&#8230; Semoga suatu saat bisa ketemuan ya bunda.. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial','sans-serif';"><a rel="attachment wp-att-452" href="http://cerita-kita.com/sahabat/jangan-sampai-kehilangan-sahabat/attachment/9tj3eu/"><img class="aligncenter size-full wp-image-452" title="9tj3eu" src="http://cerita-kita.com/wp-content/uploads/2009/11/9tj3eu.jpg" alt="9tj3eu" width="160" height="117" /></a></span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial','sans-serif';">Persahabatan itu ibarat tangan dengan mata. Ketika tangan terluka, mata menangis. Ketika mata menangis, tangan menghapusnya</span>. Bahkan ada yang bilang, kekayaan tidak akan bisa membeli seorang sahabat atau membayar kerugian akibat kehilangan seorang sahabat. Duuh, jangan sampai kita kehilangan sahabat..</p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial','sans-serif';">Saya bersyukur karena banyak bertemu sahabat baik dari blog. Ternyata, ketika bertemu langsung, mereka orang-orang yang sangat menyenangkan. Nice person laah! Nggak rugi saya nge-blog. Dan memang nggak ada ruginya nge-blog. Mengasah keterampilan menulis dan menambah teman. Syukur-syukur kalau bisa dapat penghasilan dari nge-blog! Kenapa tidak? </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial','sans-serif';">Tidak ada yang salah dengan nge-blog atau berinternet. Sama halnya di kehidupan nyata, di dunia maya juga kita akan bertemu dengan orang-orang yang iseng, baik, lucu, tukang ngibul, bahkan orang jahat sekalipun. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial','sans-serif';">Di manapun kita berada, k</span><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial','sans-serif';">ita pasti akan tetap bertemu manusia dengan segala variasinya. Masih banyak kok blogger yang menulis dengan jujur, tapi tidak sedikit juga blogger yang suka ngibul. Pandai-pandai membawa diri saja dan tentunya, harus tetap selektif!<br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita-kita.com/sahabat/jangan-sampai-kehilangan-sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
