Garage del Parco

Difficulty to buy and sell your vehicle?
Did you ever hear about Garagedelparco.com?
Recently I found a very useful site for all potential car buyers or sellers to buy and sell kendarannya. This site is based in Italy, Parco del Garage. This is a simple site attractive and easy to check. At first glance, this site’s layout is very user-friendly and fast loadingnya speed.
Referring to the family business background is, sound is very famous for its established since 1978 and managing the kids today. All personnel who work in this business is very experienced in their respective fields and are committed to providing the best customer service and satisfaction appear.
This company also has a complete workshop and very neat. This is where all of its wholly-owned vehicles inspected, maintained, cleaned, polished and even disinfected before they are released for sale. All they do is supported by a team of experienced mechanic. This team was the one who answered all questions.
It’s like a paradise for shopping vehicle. You can find the car you want at an affordable price.
In addition to being a buyer, you also can sell the car you have.
Even now, you can also sell and buy a car auto usate milano. Officially, their website in Italian, so if you can not understand Italian, this is the translated versions of their web site. You can always trust them vendita auto usate at all times. When you’re dealing with their compro auto usate You will be satisfied with what they offer. All types of car brands with low prices. Or great service at a low price. Or even an old car with high payments they will pay you.

To get more information about Garage del Parco, do not hesitate to visit their website at http://www.garagedelparco.com/.
So, what are you waiting?

Dwilogi Andrea Hirata di mata saya


Masih seperti Tetralogi Laskar Pelangi, Dwilogi Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas ini menceritakan tentang kegigihan seseorang bernama Maryamah atau yang akrab disapa Enong. Seorang perempuan yang berjuang sendiri setelah ayahnya meninggal tertimbun tanah ketika menambang timah. Perempuan pertama penambang timah yang sangat berambisi untuk belajar Bahasa Inggris. Dan menjadi perempuan pertama dalam lomba catur di Belitong.

Dalam novel pertama yang berjudul Padang Bulan, Enong menjadi sentral cerita. Meski di beberapa mozaik (bab) Andrea juga bercerita tentang kisah cinta antara Ikal dan A Ling. Namun, kisah cinta ini sepertinya diselipkan karena ada kaitannya dengan Enong. Misalnya saja, ketika Ikal kalah main catur melawan Zinar, orang yang Ikal kira telah merebut hati A Ling.
Atau ketika Ikal gagal meninggikan badannya meski hanya empat sentimeter demi meraih cinta A Ling kembali. Ikal beranggapan, A Ling berpaling cinta pada Zinar gara-gara ukuran tubuhnya yang kurang tinggi. Ternyata, Ikal yang sudah mati-matian menyembunyikan alat peninggi badan bernama Octoceria, justru hampir mati tercekik alat yang dipesannya dari Jakarta. Dalam kondisi hampir mati itulah, Enong memergoki dan menolongnya.

Demikian juga dengan kisah cinta tokoh-tokoh lainnya. Selalu berkaitan dengan Enong. Muara dari penggalan kisah tokoh-tokoh yang ada dalam novel Padang Bulan selalu berujung pada Enong.

Ayah, pulanglah saja sendirian
Tinggalkan aku
Tinggalkan aku di Padang Bulan
Biarkan aku kasmaran
(penggalan puisi Ikal ketika bertemu A Ling lagi)

Kisah Enong semakin terlihat sebagai tokoh sentral ketika kita memasuki novel kedua, Cinta di Dalam Gelas. Dalam novel ini, pembaca disuguhi tentang ilmu catur, mulai dari langkah-langkahnya, bagaimana trik menghadapi lawan, sampai rumus-rumus catur dalam bentuk diagram dipaparkan dengan terang benderang. Pemaparan ini sekaligus untuk meyakinkan pembaca betapa gigihnya Enong untuk belajar catur dan mengalahkan mantan suaminya. Ya, Enong akan bermain catur untuk mengalahkan mantan suaminya, Matarom.
****

Latar cerita dalam dwilogi ini masih tetap Belitong dengan pemaparan kultur Melayu yang panjang meski kadang terkesan berlebihan. Tentu, dengan gaya bahasa Andrea yang jenaka tapi nakal. Atau nakal tapi jenaka?
Pada beberapa mozaik, saya merasa jenuh. Misalnya, pada bagian Ikal ‘mencintai’ Yamuna, sebuah blender kesayangan pamannya. Kalau menurut bahasa gaul saat ini, deskripsi cinta antara Ikal dan Yamuna ini bisa dibilang lebay. Apalagi sampai menyamakan si blender Yamuna dengan A Ling!
Demikian juga ketika Ikal dijerat sakit cinta karena A Ling menghilang tanpa diketahui sebabnya. Ceritanya jadi bertele-tele. Kejenuhan seperti ini saya temui dalam novel Padang Bulan.

Ketika saya membaca novel Cinta di dalam Gelas, saya pun kembali dilanda kejenuhan. Terutama pada bagian, pemaparan tentang catur.
Mungkin karena saya tidak mengerti catur, jadi saya merasa jenuh dengan pemaparan yang panjang dan rumus-rumus yang tidak saya kenali. Bisa jadi begitu. Tergantung siapa yang membaca, bukan?
Yang kedua, ketika Andrea bertutur tentang jenis manusia berdasarkan cara minum kopi. Andrea menjelaskan mengenai cara minum kopi ini dalam mozaik ‘Buku Besar Peminum Kopi’.

Namun, dari dwilogi ini ada dua hal yang sering membuat saya rindu: balasan surat antara Ikal dan Mr Detektif yang disampaikan seekor merpati bernama Jose Rizal. Ini bagian yang saya suka. Membaca surat dari dua manusia yang sangat jenaka tidak jarang membuat saya terpingkal-pingkal.
Atau pada bagian di mana Ikal dan tiga rekan kerjanya di warung kopi dimarahi oleh pamannya. Di sini, omelan si paman sangat jenaka. Dan dia sukses buat saya tertawa.

Ah, iya, ada bagian yang sangat saya suka mengenai kopi:

“Jika kuseduhkan kopi, ayahmu menghirupnya pelan-pelan lalu tersenyum padaku”. Meski tak terkatakan , anak-anaknya tahu bahwa senyum itu adalah ucapan saling berterima kasih antara ayah dan ibu mereka untuk kasih sayang yang balas membalas, dan kopi itu adalah cinta di dalam gelas.

Seperti pada Tretalogi Laskar Pelangi, dwilogi ini juga sarat ilmu dan hikmah yang bisa dipetik. Sebagai penggemar Andrea, saya tetap merekomendasikan dua novel ini.
Subyektif sekali yah.. ^_^

 Page 3 of 34 « 1  2  3  4  5 » ...  Last »