Sahabat (1)

foto069Namanya Eva Fidiawati. Salah satu sahabat saya ketika kuliah di Lampung dulu. Sahabat yang pintar memasak, mengurus keuangan, berbisnis meski dalam skala kecil,  dan yang pasti sering memberi masukan-masukan ketika saya tengah bimbang. Dia juga seorang yang realistis. Tidak hanya itu, dia juga orang yang tegas dan tegar. Meski kadang ketegasannya membuat saya salah tafsir.

(Maaf ya jenk..) cozy

Perjalanan persahabatan selama kuliah juga diisi dengan ketidakcocokan yang kerap membuat masing-masing berdiam diri, dan kembali memahami. Ya memahami, bahwa bersahabat tidak harus selalu satu ide, satu rasa, satu selera, dan satu lainnya. Berbeda malah indah toh..

Pertengahan 2002 sampai 2006 saya selalu bersama dengannya, ya karena dia memang selalu menyediakan tempat duduk satu, khusus buatku ketika sama-sama satu mata kuliah. Dia juga yang mengingatkanku supaya fokus mendengarkan dosen di depan. Ya, karena saya memang selalu asik dengan diri sendiri. idiotKalau sudah begitu, biasanya saya kesel tapi tetap nurut sama dia.

Sampai pada Juni 2006, ternyata dia harus meninggalkan saya. Dia wisuda Juni, sedangkan saya masih sibuk mengurus ujian skripsi. Hmmm.. Kalau saya sedikit gigih, pasti bisa wisuda bareng dengannya. Terpaksa saya diwisuda September 2006. Hari ketika dia diwisuda, saya foto bersama dengan dia dan pacarnya, Budi, orang yang kini menjadi suaminya..   Selamat sahabatku..

Awal 2008, dia dan Budi memutuskan untuk menikah. Bahagianya. Kala itu, saya sudah berada di Pulau Kalimantan. Sekali lagi selamat ya Va.. (semoga dia membaca)

Dua hari lalu, dia tiba-tiba kirim SMS. Ah iya, sudah satu bulan lamanya saya tidak pernah berkirim kabar dengannya. Dan kemarin dia mengingatkan bahwa ada dia di belahan pulau lain yang ingin berbagi. Eva memberi kabar, suaminya masuk rumah sakit karena tipes. Dia juga membagi fotonya bersama anak dan suaminya via MMS.

Bahagianya melihat seorang sahabat kita memiliki kebahagiaan seutuhnya. Melihat dia, suami dan anaknya berbahagia meski sedang diuji sakit. Cepet sembuh yaa…  :-)

*Itu salah satu foto yang dia kirim*

Tags:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

7 Responses to “Sahabat (1)”

  1. Jiban says:

    wah wah wah.. selamat ya.. ada banyak berita kelahiran akhir2 ini :)

    Lahirnya dah lama, ji :P
    doromu kapan lahir? :) )

  2. Menik says:

    persahabatan tak akan pernah hilang ditelan waktu.. :)
    *jian , aku lagi kalem banget ik*

    Yaiyalaaahhh… :P
    Bun, kita bersahabat tak?

  3. h4rold80 says:

    waaa rupanya kmu sering ga merhatiin dosen ya? :D jgn2 dulu dah asyik ngeplurk.. =)) bahagia melihat sahabat berbahagia.. :D
    semoga kita semua selalu berbahagia agar makin banyak lagi orang yang berbahagia karena melihat kita. :)

    Dosennya suka jelasin yg udah jelas, bang pey :D
    Plurk kan belum jaman :P

  4. ethie says:

    in tes emo :>:O>:-q:^V

  5. ethie says:

    :H::A:>:

  6. Menik says:

    kita bersahabat thie..
    boleh hetrik ga ? :) >

    Gaaaaaaaaakkkkkk :)

  7. Kyndra Nararya says:

    tie, ntu anak gua mirip banget ayahnya khan, hua ha ha . . .:D

    :D ) iyooooooo *terpaksa*
    Secara dirimu bapaknya :) )
    Salam buat Eva sama array ya.. :>U
    :>: buat array, imut banget tuh anak, mirip tantenya… :U

Leave a Reply

Just call me 'Ve'

↑ Grab this Headline Animator